Serupa tapi Tak Sama antara Grab dan Go-Jek

Your life today is much easier, just tap an application or visit website your problem was clear. Tentu tidak semua masalah dapat diselesaikan hanya dengan aplikasi. Hanya saja, saat masalah transportasi terpecahkan, bisa jadi 40% masalah hidup dapat terselesaikan. Apalagi, adanya teknologi Internet of Thing (IoT), permasalahan transportasi dapat diurai lebih mudah, terutama dari segi pengguna sih.

Pada tahun 2015 terjadi persaingan penyedia layanan transportasi online, seperti Uber, Go-Jek dan Grab. Persaingan berupa fitur-fitur tambahan yang dimiliki, seperti fitur pemesanan makanan, pemesanan tiket hiburan, dll. Hingga akhirnya, pada sekitar tahun 2015 Uber Asia Tenggara memilih hengkang dan diakuisisi oleh Grab. Sejauh ini, hanya ada dua pemain besar di industri transportasi online ini, yaitu Go-Jek dan Grab.

Keduanya berlomba mengembangkan fitur layanan, bahkan alat pembayaran. Meskipun memiliki kesamaan pada fitur utamanya, yaitu transportasi online, tentu dua aplikasi tersebut juga memiliki perbedaan-perbedaan yang, yah lumayan mendasar sih. Oke, let’s spill

  1. Keakuratan GPS

Photo by Pixabay from Pexels

Sebenernya, ini komponen utama aplikasi antar-mengantar sih. Keakuratan GPS menjadi sangat penting, seperti titik penjemputan atau titik tujuan. Sejauh ini, keakuratan gps Go-Jek bisa dibilang di atas Grab. Terutama saat memesankan untuk di luar jangkauan gps device kita.

Jika melakukan penjemputan pada titik gps sesuai dengan gps device, maka akan otomatis didirect oleh aplikasi sesuai dengan tempat gps device kita berada. Bagaimana jika kita memesankan orang yang berada di luar kota?

Sebenarnya, keduanya dapat menentukan titik penjemputan dengan menuliskan alamatnya, tanpa titik gps yang sesuai. Hanya saja, pada go-Jek aplikasi mampu merespon lebih cepat dan akurat pada alamat yang kita masukkan daripada Grab. Acapkali pada aplikasi Grab tidak menemukan tempat yang dimaksudkan, alamat tidak ditemukan, dsb.

2. Alat pembayaran


Photo by rawpixel.com from Pexels

Kedua aplikasi tersebut sudah memiliki alat pembayaran elektronik masing-masing, Go-Jek dengan Gopay dan Grab dengan Ovo. Siapa nih yang seneng manfaatin promo?

Selain untuk melakukan pembayaran pada aplikasi, kini keduanya juga dapat digunakan untuk melakukan pembayaran pada multi platform. Seperti pembayaran di toko digital, dan banyak merchant off-line yang tersebar di berbagai tempat.

Kalo misal disuruh milih ketinggalan dompet atau hp, untuk saat ini mending ketinggalan dompet kali ya, pasalnya tersedia berbagai macam dompet elektronik yang dapat digunakan.

Terus, apasih bedanya OVO sama Go-Pay? Untuk melakukan transaksi, aplikasi OVO harus terinstal sendiri. Sedangkan Go-Pay terpasang di dalam aplikasi Go-Jek, jadi bisa irit memori di HP. Nanti deh, akan dijelaskan lebih detailnya.

3. Fitur yang dimiliki

Pada awalnya, kedua aplikasi tersebut merupakan aplikasi pemesanan transportasi online, kemudian merambah pada pengantaran barang, pengantaran makanan, bahkan untuk melakukan belanja. Tentu saja, keduanya saling beradu fitur agar dapat bertahan dipasaran.

Jika Go-Jek hadir hingga kebutuhan gaya hidup, seperti hadirnya Go-Life. Grab bahkan bisa menyewakan mobil dan di beberapa tempat sudah dapat menyewakan Wheels. Tergantung, kebutuhan kalian yang mana.

Apalagi ya kira-kira? Sebetulnya masih ada lagi sih, cuma kan aplikasi mana yang akan digunakan tergantung potongan harganya aja yakan?