Perempuan (Tanah) Jahanam

Berapa cast Gundala yang ada di film Perempuan Tanah Jahanam (PTJ)? Tara Basro, Marisa Anita, Ario Bayu, Asmara Abigail, Zidni Hakim. Setidaknya ada lima cast yang sama. Masing-masingnya memegang peran penting di film Gundala maupun PTJ.

Joko Anawar, jelas dia yang paling penting di sini. Tidak, tidak sedang membandinngkan Gundala dengan PTJ, hanya saja kenapa Jokan mengambil cast yang sama padahal jadwal tayang filmnya juga tidak berselang lama, hanya sekitar dua bulanan,

Untungnya, walaupun dengan cast yang sama dan waktu tayang yang relatif tidak lama, masing-masing membawakan perannya dengan ciamik. Tidak ada karakter yang tertinggal dari film sebelumnya. Ya walaupun beberapa cast membawakan karakter yang tidak beda jauh juga, seperti Tara Basro sebagai mbak-mbak pasar dan Ario Bayu sebagai “dalang”.

Karakter yang diharapkan dari film horor apa sih selain setannya? Jelas mereka yang bersekutu dengan setan itu sendiri. Nyai Misni yang diperankan oleh Cristine Hakim sukses menjadi tokoh dominan daripada setannya itu sendiri. Lagian tau kan, setan ngga harus berbentuk makhluk halus, kadang dia berbentuk mantan *loh.

Kalo berharap akan muncul banyak setan dalam film ini, kamu akan kecewa. Ya seperti yang disebutkan di atas, setan tidak selalu berbentuk makhluk halus. Yang jahanam bukan setannya, jump scare, tetapi perempuan di tanah Jahanam. Bukan setan, hanya saja manusia berhati setan.

Sebab-sebab manusia menjadi jahanam adalah dari perbuatannya sendiri. Berbuat seuatu tetapi tidak ingin menerima konsekuensinya. Orang lain selalu menjadi alasannya khilaf dan ingin mengembalikan segala keburukan tersebut pada orang lain.

Tapi tetep aja sih, tiap film horor selalu di bikin kesel pada bagian “udah tau angker malah disamperin”. Tetapi, akan saya ingatkan sekali lagi bahwa tidak akan banyak muncul setan meskipun di rumah angker yang lama tidak berpenghuni, seperti film horor pada umumnya.

Kesan angkernya sudah ada lah dari awal film. Apalagi film Jokan yang tonenya dark. Bisa bayangin ngga sih, angker tapi ngga ada setannya. Hanya dari suasananya aja udah merasa dihantui.

Lebih angker ketika udah masuk pertengahan film, sekali lagi, angkernya bukan karena setan, tetapi kelakuan manusia berhati setan. Adegan pembantaian yang bisa bikin merem-merem di bioskop. Ditonton ngilu, ngga ditonton penasaran.

Intinya, setan-setan tersebut ada karena manusia itu sendiri. Oh iya, ketinggalan semenjak film Gundala Asmara Abigail menarik perhatianku. Di film ini, Asmara Abigail pas banget membawakan peran jadi gadis Jawa. Kulit sawo matangnya dan tampang lugunya. Peran dia, ngga kalah penting di film ini.