Hal-hal Positif dari Film Bumi Manusia

Setelah ngelantur bahas film Bumi Manusia. Masa sih film 3 jam yang dibahas cuma Dilannya aja? Tapi kalo dipikir-pikir juga, aktor mana sih yang berwajah Jawa selain Iqbal, lainnya kan berwajah Indo. Hmm ya juga sih. Tapi yaudahlah, terlepas dari itu semua banyak sekali hal-hal positif yang bisa diambil dari film garapan Hanung Bramantyo ini.

  1. Indonesia sudah merdeka

Latar waktu film ini diambil pada abad 18an, masa kependudukan Belanda. Yang mana pribumi menjadi budak di negeri sendiri. Tidak memiliki harga diri dan dinilai rendah dimata Belanda.

Setelah pemutaran lagu Indonesia Raya persis sebelum film dimulai, bener-benar membuat bersyukur bahwa betapa beruntungnya terlahir setelah Indonesia merdeka. Tidak lagi menjadi kacung Belanda, pemerintahan berdaulat sendiri, merdeka. Kita menjadi bangsa Indonesia yang sesungguhnya.

2. Liputan

Loh? Ya maklum nonton bareng wartawan malah jadi gagal fokus ketika keluarga Mellema diburu wartawan akibat kematian tuan Mellema. “Ih liputan masih ditulis di buku,” “ngga bisa bayangin liputan bawa kamera segeda gaban,” “door stop nih ceritanya?” dan lain sebagainya

Bersyukur banget kan, sekarang liputan tinggal bawa satu device aja udah bisa buat nulis, rekam, foto. Udah gitu berita dikirim pake e-mail kelar.

3. Pendidikan

Penting banget!!! Bebas deh sekarang mau sekolah di mana juga, mau belajar bahasa apa. Memiliki kurikulum yang setara. Untuk ini, belum sepenuhnya setara sih. Ya paling tidak dengan program wajib belajar 9 tahun bisa sebagai wujud penyetaraan pendidikan lah.

4. Hukum & HAM

Membicarakan Hukum & HAM sebetulnya tidak akan pernah mudah. Sebab kompleks dan pada prakteknya begitu lah. Paling tidak hukum di Indonesia sudah setara untuk segala kaum. Tidak ada tindakan semena-mena dari kaum Eropa. Kita mampu menentukan hukum kita sendiri, walaupun akhirnya dilanggar oleh kita sendiri.

5. Soundtrack

Setelah dibuka dengan lagu kebangasaan Indonesia Raya, pada akhir film ditutup dengan lagu Ibu Pertiwi yang dibawakan oleh Iwan Fals, Once, dan Fiersa Besari. Lagu Ibu Pertiwi sukses bikin sesenggukan, melihat perihnya Nyi Ontosoroh dan Minke ditinggalkan Ann.

Walaupun sebenernya masih mikir juga, dimana letak korelasi kepergian Ann dan lagu Ibu Pertiwi hehe.